Home / Berita / Koordinasi Satpam, Linmas, dan Kepolisian Cegah Begal di Arcamanik

Koordinasi Satpam, Linmas, dan Kepolisian Cegah Begal di Arcamanik

PELATIHAN Pamswakarsa oleh Polsekta Arcamanik untuk menangani pelaku kejahatan, di lapangan pacuan kuda, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung pada Kamis (19/3/2015).*

PELATIHAN Pamswakarsa oleh Polsekta Arcamanik untuk menangani pelaku kejahatan, di lapangan pacuan kuda, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung pada Kamis (19/3/2015).*

BANDUNG, (PRLM).- Program peningkatan keamanan yang diciptakan Polsekta Arcamanik bisa menjadi contoh bagi wilayah lainnya di Bandung Raya, atau bahkan di Indonesia, karena dengan maraknya aksi curas di wilayah Polrestabes Bandung, bisa ditekan dengan program ini.

Program yang belum diberi nama ini melibatkan sejumlah pihak didalamnya, terutama Satpam, Linmas, Satpol PP Kecamatan Arcamanik, bahkan untuk siang hari, Pramuka dari SLTA yang ada di wilayah Kecamatan Arcamanik juga dilibatkan, dan gabungan dari berbagai pihak ini biasa disebut Pamswakarsa.

“Demi keamanan masyarakat kami sebagai pihak Kepolisian tidak malu untuk dibantu Satpam, Linmas, Satpol PP bahkan Pramuka sekalipun, untuk meredam aksi curas yang marak, kuncinya sebenarnya cukup mudah, yaitu dengan koordinasi unsur penjaga keamanan ini,” kata Kapolsekta Arcamanik, Asep Saepudin, di sela-sela pelatihan Pamswakarsa, di Lapangan Pacuan Kuda, di Komplek Arcamanik, Kota Bandung, Kamis (19/3/2015).

Asep mengatakan dengan program ini aksi kejahatan di Arcamanik turun sangat drastis, bahkan untuk minggu ini, tak ada satu pun laporan aksi jambret maupun curas di wilayah Arcamanik.

“Sebelumnya kadang dalam seminggu ada sedikitnya empat kasus curas di wilayah Arcamanik, namun dengan metode yang dibuat oleh kami, kasus-kasus tersebut bisa ditekan,” ujarnya.

Sementara saat disinggung metode yang digunakan, Asep menjelaskan bahwa setiap Satpam, Linmas, Satpol PP atau bahkan Pramuka ini, jika ada laporan aksi kejahatan maka petugas-petugas ini akan saling mengabari satu sama lain baik menggunakan radio atau telefon dengan satpam lainnya.

“Tentunya dengan dibantu pihak Kepolisian, maka jika ada laporan curas, mereka akan berinisiatif menutup jalan-jalan dan memeriksa dengan seksama detail jika ada ciri-ciri pelaku yang melakukan kejahatan,” ujarnya.

Jadi kata dia, dengan begitu pelaku kejahatan bisa dikenali dan segera ditangkap. “Bahkan untuk yang terakhir pun meski sempat melarikan diri, pelaku jambret di sekitaran Pacuan Kuda bisa diamankan, dengan koordinasi tersebut,” ujarnya.

Namun kata Asep, dia pun mengakui bahwa, penggunaan Satpam dan Linmas ini membutuhkan petugas keamanan yang banyak, dan kebetulan saja untuk wilayah Arcamanik ada sekitar 80 perumahan, yang disana tentunya memiliki Satpam dan linmas.

Selain itu kata Asep, program lainnya adalah pelatihan bagi para Pamswakarsa ini adalah pelatihan menangani TKP pertama saat ada kejadian yang berhubungan dengan Kamtibmas.

“Jika yang menemukan awal adalah Kepolisian maka itu tak menjadi masalah, namun jika Pamswakarsa ini yang ada di TKP terlebih dahulu, maka diajarkan juga cara olah TKP,” katanya.

Tujuannya kata dia adalah meningkatkan peluang untuk didapatkannya pelaku kejahatan, karena bisa saja salah satu saksi yang ada di lokasi kejadian adalah justru pelaku kejahatannya yang sedang bersembunyi.

“Dengan begini maka kaburnya pelaku sebelum datangnya pihak Kepolisian bisa diminimalisasi peluangnya,” ujarnya.

Oleh karena itu kata Asep dengan program-program ini diharapkan bahwa kejahatan akan hilang di wilayah Arcamanik, dan bahkan di seluruh wilayah Polrestabes Bandung. (Mochamad Iqbal Maulud/A-88)***

Sumber : pikiran-rakyat.com

About

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*