Home / Berita / Rampok dan Nyaris Perkosa Mahasiswi Dibekuk SATPAM

Rampok dan Nyaris Perkosa Mahasiswi Dibekuk SATPAM

Kedua pelaku perampokan terhadap dua mahasiswa yang sedang pacaran diamankan di Mapolsek Telukjambe, Karawang. (nourkinan)

Kedua pelaku perampokan terhadap dua mahasiswa yang sedang pacaran diamankan di Mapolsek Telukjambe, Karawang. (nourkinan)

KARAWANG (Pos Kota) –Polsek Telukjambe, Karawang hingga Senin (2/3) siang masih memburu dua dari empat perampok sepasang mahasiswa di Karawang saat pacaran  di kawasan Industri KIIC ,Telukjambe, Karawang, Sabtu (28/3) malam pukul 21.00 lalu

Dua tersangka dibekuk  setelah gagal memperkosa korbannya, karena teriak minta tolong. Dua pelaku  yang mengaku anggota Karangtaruna dan intel kepolisian tersebut dibekuk petugas security  kawasan Industri KIIC yang sedang patroli.

Sedangkan dua pelaku lainnya yang  membawa korban ambil uang di ATM di Telukjambe,  melarikan diri ketika akan disergap petugas.

Tersangka AB, 29, warga Jatimulya, Kecamatan Klari, Karawang,  satpam  yang juga mengaku  anggota LSM di Karawang dan  HR alias Bedoy,26, warga  Kecamatan Karawang Timur kini ditahan polisi. Sedangkan EM dan AT, hingga Senin (2/3) masih diburu .

Hasanudin, 19, warga  Karawang Timur kepada polisi mengatakan, saat itu ia bersama Fika, pacarnya sedang malam mingguan di lokasi wisata Danau Cipule, Kecamatan Ciampel.

Karena sudah larut malam, mereka berniat pulang. Tiba-tiba datang AB dan HR dari kemudian disusul EM dan AT. Waktu itu mereka mengaku anggota karang taruna setempat dan  intel polisi.

“Para pelaku saat itu negur saya dengan mengatakan bahwa saya telah melebihi jam  nongkrong di daerah itu. Setelah negur, mereka memaksa saya dan pacar saya akan dibawa ke kantor desa,” tutur Hasanudin.

Ternyata pelaku bukannya membawa kedua mahasiswa ini ke kantor desa, malah korban dibawa para pelaku ke Kawasan industry KIIC.  Bahkan sempat dibawa keliling kawasan. Setelah di lokasi yang kondisinya sepi, tepatnya di danau dekat PT VOITH, pelaku  menggeledah dan mengambil uang sebesar Rp 200 ribu, 2 buah ponsel, ATM BNI, serta STNK motor, milik kedua mahasiswa tersebut.

“Mereka saat itu bukan ngambil uang dalam dompet saja, tapi menyuruh temannya AB untuk mengambil uang di ATM dengan mengancam akan dibunuh sambil memperlihatkan golok. Karena takut ya saya turuti kemaun pelaku AB dan HR. Hingga sampai di ATM terus uang saya Rp 1 juta diambil pelaku,” jelasnya.

Sedangkan menurut pengakuan Fika, 20, warga Palumbonsari,  pada waktu  Hasanudin, kekasihnya dipaksa untuk mengambil uang di ATM. Dia yang hanya seorang diri, dipaksa melanyani nafsu bejat salah seorang pelaku sambil diancam dengan sebuah golok.

Namun korban menolaknya bahkan dengan mengatakan ,”Dari pada diperkosa lebih baik saya mati saja. Kemudian pada saatpelaku lengah, Fika, melarikan diri dan meminta tolong kepada petugas keamanan, yang kebetulan sedang patrol melewati lokasi tempat kejadian.

Dua pelaku yang akan memperkosa korban  kemudian dibekuk security, kemudian sempat diamankan di Pos Security KIIC, selanjutnya dibawa ke Mapolsek Telukjembe.

“Yang ada dalam pikiran saya saat itu memang kalau tidak mati juga selamat, dari pada saya diperkosa oleh pelaku. Dan Alhamdulilahnya saat itu ada patroli dari security Kawasan KIIC dan langsung menolong saya sampai lapor polisi. Dan kedua pelaku berhasil kabur dikejar security,” kata Fika, ketika dimintai keterangan oleh petugas di Mapolsek Telukjambe.

Kapolsek Telukjambe, Kompol Subakir menjelaskan, kedua pelaku sudah diamankan dan sampai sekarang masih dilakukan pemeriksaan, untuk dilakukan pengembangan terhadap dua pelaku lainnya yang berhasil kabur saat akan melakukan tindakan pemerkosaan terhadap korban.

“Saat kami periksa, kedua pelaku mengakui perbuatan yang dilakukan bersama temannya itu. Mereka mengaku, pada waktu itu kepada kedua korban dengan berpura-pura memeriksa korban yang sedang pacaran,  Sedangkan untuk kedua korban saat itu juga sudah dilakukan pemeriksaan serta membuat laporan kepolisian (LP). Salah seorang pelaku diketahui dan mengaku sebagai petugas keamanan ,” jelas Kapolsek.

Petugas Polsek Telukjambe mengamankan barang bukti,  berupa dua sepeda motor Honda Beat hitam dan Beat Pop tanpa plat nomor, uang Rp 200 ribu, motor korban, ATM korban, dan uang tunai Rp 1 juta, serta satu pipet (alat penghisap shabu yang ada dalam bungkus rokok, diduga milik salah seorang pelaku.

“Beruntung pelaku diamankan kepolisian, kalau tidak pasti sudah diamuk massa yang sudah siap-siap menghakimi. Pelaku yang ditangkap, yaitu AB, merupakan  oknum anggota LSM yang juga bekerja sebagai Satpam ,” ungkap Kapolsek. (nourkinan)

Sumber : poskotanews.com

About

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*